Ilmu beladiri berakar dari warisan keluarga dari generasi ke generasi di kalangan Kraton Mataram, sehingga ilmu ini juga dikenal sebagai Ilmu Beladiri Mataram. Semula aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Grat I, mempunyai saudara BP. Amangkurat Amral. R.Ay. Djojoredjoso (Grat III) membuat jalan Margoyoso, dalam legenda menjadi demang Margoyoso. Kemudian pada saat Grat III, ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, serta mendirikan sebuah perguruan yang pelaksanaanya dikembangkan oleh 3 orang puteranya, yakni :
1. Gagak Samodra, mendirikan perguruan di Gunung Jeruk (Peg.Menoreh)
2. Gagak Handoko, mendirikan perguruan di daerah Bagelen, yang akhirnya pindah ke daerah utara P.Jawa
3. Gagak Seto, mendirikan perguruan di daerah sekitar Magelang (Jawa Bagian Tengah).
Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Sarengat Siswo Hadi Poernomo (Mas Saring), Hingga kini kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
Dari Mas Saring ilmu itu kemudian diteruskan kepada kedua putranya : Mas Poerwanto Hadipoernomo (Mas Poeng) dan Mas Budhi Santoso Hadipoernomo (Mas Budi). Sang Guru adalah ayah kandung dari kedua pendekar tersebut. Kedua pendekar inilah yang melanjutkan dan mengembangkan ilmu beladiri sehingga kita mengenalnya sekarang sebagai Merpati Putih. Pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI). Ketika usia beranjak senja, Sang Guru menyerahkan kepada kedua orang putranya untuk memimpin perguruan ini pada tahun 1968.
Awal mula keberadaan Merpati Putih sangatlah sederhana. Dengan suatu acara di depan rumah / halaman rumah kediaman Bapak Saring HP (Sang Guru) di Timuran, pada hari Selasa Pon tanggal 2 April 1963, dengan beralaskan 2 lembar tikar, sekitar 20 pemuda mengadakan acara kadaran (ngadar, asal bahasa arab nadzar, berarti punya maksud / tujuan) dengan kelengkapan seremonial sebuah tumpeng kecil dan ubarampe seadanya. Dengan wedang bajigur (minuman tradisional) sebagai penghangat suasana. Do’a pun dipanjatkan dengan khusuk.
Selanjutnya acara dilanjutkan obrolan santai antar mereka yang hadir hingga larut malam. Kurang lebih pukul 1 dini hari, Sang Guru pun meninggalkan mereka untuk istirahat. Mereka tidak tidur semalaman hingga pagi hari Pada akhirnya acara ini diakhiri dengan sarapan nasi brongkos yang dibeli dari penjual keliling yang dikenal sebagai mbok Sandep. Awal keberadaan yang begitu sederhana ternyata dapat berkembang menjadi suatu yang tidak bisa disebut biasa lagi. Sungguh suatu karunia Illahi yang harus disyukuri.
Sejak didirikannya Merpati Putih sebagai Perguruan Persilatan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta – Indonesia, kemudian ilmu ini disebarluaskan kepada masyarakat demi kepentingan bangsa. Selain diperkenalkan kepada masyarakat, ilmu beladiri ini juga diperkenalkan dan diajarkan secara khusus kepada pihak militer di Yogyakarta. Pada 1976, PPS-BETAKO MERPATI PUTIH mendapat kehormatan untuk melatih Pasukan Pengawal Presiden dan Koppassandha (sekarang kita kenal dengan nama KOPASSUS) di Jakarta. Pada 1977, Komisaris Cabang Jakarta dibentuk yang kemudian menjadi cikal bakal Organisasi Pencak Silat Merpati Putih yang berpusat di Jakarta. Dengan demikian, pusat organisasai Merpati Putih di Jakarta akan tetapi kedudukan perguruannya di Yogyakarta.
Secara perlahan-lahan PPS-BETAKO MERPATI PUTIH mulai dikenal dan berkembang ke seluruh Indonesia. Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri. Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Guru Merpati Putih Pertama di Amerika. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.
Di manca negara, PPS-BETAKO MERPATI PUTIH dikembangkan di Philipina, Jepang, Amerika, Inggris, Belanda, Prancis dan beberapa negara lain dimana kedutaan besar Indonesia berada. Pada saat ini, PPS-BETAKO MERPATI PUTIH mendapat kehormatan melatih Taruna/Karbol Akademi Angkatan Udara yang berjumlah 460 taruna di Yogyakarta.
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
GARIS KETURUNAN KELUARGA
Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro
BPH ADIWIDJOJO GRAT I
PH SINGOSARI GRAT II
R Ay DJOJOREDJOSO GRAT III
GAGAK HANDOKO GRAT IV
RM REKSO WIDJOJO GRAT V
R BONGSO DJOJO GRAT VI
DJO PREMONO GRAT VII
RM WONGSO DJOJO GRAT VIII
KROMO MENGGOLO GRAT IX
SARING HADI POERNOMO GRAT X
POERWOTO HADI POERNOMO
BUDI SANTOSO HADI POERNOMO GRAT XI
TINGKATAN KEILMUAN DALAM MERPATI PUTIH
Tingkatan Sabuk
Dasar I Putih
Dasar II Merah polos
Balik I Merah + lambang MP
Balik II Merah + lambang MP+ strip merah
Kombinasi I Merah + lambang MP+ strip jingga
Kombinasi II Merah + lambang MP+ strip kuning
Khusus I Merah + lambang MP+ strip hijau
Khusus II Merah + lambang MP+ strip biru
Khusus III Merah + lambang MP+ strip nila
Kesegaran Merah + lambang MP+ strip ungu
Inti I Merah + lambang MP+ strip perak
Inti II Merah + lambang MP+ strip emas
Senin, 15 September 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
